BAB 8 LITERASI UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

Literasi Buku Fiksi dan Non Fiksi
Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.
Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.

Contoh buku fiksi yaitu buku cerita anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, dan komik.
Contoh buku nonfiksi yaitu buku pelajaran, buku ensiklopedia, esai, jurnal, dokumenter, biografi, dan laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi).

Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi

Unsur-unsur buku fiksi meliputi bagian:

  • Cover Buku
  • Rincian Sub Bab Buku
  • Judul Sub Bab
  • Tokoh dan Penokohan
  • Tema Cerita
  • Bahasa yang digunakan
  • Penyajian alur cerita

Sedangkan unsur-unsur buku nonfiksi meliputi bagian:

  • Cover Buku
  • Rincian Sub Bab Buku
  • Judul Sub Bab
  • Isi Buku
  • Cara menyajikan isi buku
  • Bahasa yang digunakan
  • Sistematika penulisan

Dalam hal kegiatan mengomentari buku fiksi dan nonfiksi, unsur-unsur yang tertera di atas merupakan acuan dasar. Boleh saja semua unsur dimasukkan ke dalam komentar, boleh juga hanya sebagian.

Langkah Menyusun Tanggapan terhadap Buku yang dibaca
1. Jenis Buku
Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian Ide
Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.

3. Bentuk
Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4. Isi dan Bahasa
Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.

Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.

5. Simpulan
Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.

  • menulis data buku yang dibaca,
  • menulis ikhtisar isi buku,
  • mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
  • menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
  • memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.

Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :

1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman

2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.

5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.

Hubungan Antar Unsur Buku Fiksi / Non Fiksi

Dengan mengamati setiap unsur yang yang terkandung di dalam buku fiksi dan nonfiksi, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagian unsur memiliki kesamaan dan sebagian yang lain berbeda. Unsur yang sama-sama dimiliki baik buku fiksi maupun buku nonfiksi yaitu:

  • Sampul / Cover
  • Sub Bab
  • Judul Sub Bab

Dalam hal perbedaan, buku nonfiksi memiliki isi yang ilmiah/aktual/faktual, disajikan dengan bahasa baku, dan memiliki sistematika penulisan standar. Sedangkan buku fiksi memiliki tokoh dan penokohan sebagai pelaku cerita, didukung dengan tema, disajikan dengan bahasa variatif (biasanya tidak baku), dan dilengkapi dengan alur cerita yang beraneka ragam.

BAB 7 SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS

B

SURAT PRIBADI

DEFINISI SURAT PRIBADI :

  • Surat pribadi adalah bentuk komunikasi tulis (surat-menyurat) yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sebagai pribadi bukan wakil / urusan yang berkaitan dengan kelembagaan / kedinasan / resmi.
  •  Surat pribadi adalah bentuk komunikasi interaktif antara orang pertama (pengirim) dan orang kedua (penerima).
  • Surat pribadi adalah jenis tulisan yang berisi keperluan pribadi antara satu orang dengan orang yang lain 

ISI SURAT PRIBADI :

            Berkaitan dengan masalah pribadi, menanyakan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi lainnya.

UNSUR PADA SURAT PRIBADI :

  1. Tanggal surat
  2. Alamat surat
  3. Pembuka surat
  4. Pendahuluan 
  5. Isi
  6. Penutup Surat
  7. Nama pengirin surat beserta tanda tangannya

CIRI PENGGUNAAN BAHASA PADA SURAT PRIBADI

  1. Pilihan kata sapaan bersifat pribadi (kata emosi dan ekspresif)
  2. Bahasa surat pribadi tidak formal tetapi santun
  3. Pilihan ragam bahasa tergantung siapa penerima surat 
  4. Menggunakan sapaan (seperti orang bercakap) 
  5. Menggunakan kata ganti orang pertama (untuk pengirim) dan kata ganti orang kedua untuk penerima 

RAGAM BAHASA PADA SURAT PRIBADI :

  • Bahasa Indonesia baku : digunakan untuk tujuan yang bersifat serius. Contohnya turut berduka cita / bersimpati atas musibah yang menimpa seseorang  dan ditujukan pada orang yan lebih tua. 
  • Bahasa Indonesia baku : digunakan untuk tujuan yang bersifat serius. Contohnya turut berduka cita / bersimpati atas musibah yang menimpa seseorang  dan ditujukan pada orang yan lebih tua.
  •  Bahasa Indonesia ragam informal
  •  Ragam bahasa khusus (bahasa gaul)

STRUKTUR / BAGIAN SURAT PRIBADI DAN PENERAPANNYA :

1.     Alamat dan tanggal surat :

  •  Informasi ini terletak pada bagian kanan atas surat (dianjurka untuk mencantumkan alamat pengirim)
  •  Jika alamat surat tidak dituliskan, dapat menuliskan kota dan tanggal surat : Malang, 25 Agustus 2018

2.     Salam pembuka :

  • Salam kangen
  • Salam hormat !
  • Assalamualakim wr. Wb

3.     Kalimat pembuka paragraf pertama :

  • Halo, apa kabar ?
  • Saya tulis surat ini …

4.     Isi surat :

  • Maksud atau tujuan mengirim surat
  • Bagaimana kalau ketika saya disana, kita bermain ke dufan ?

5.     Penutup surat :

  • Sekian dulu surat saya ….

6.     Salam akhir :

  • Sahabatmu, 
  • Teman yang selalu merindukanmu,

7.     Nama dan tanda tangan

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MENULIS SURAT :

  1. Pengirim
  2. Penerima
  3. Tujuan

PENERIMA SURAT :

  1. USIA : 
          Lebih muda, sebaya, dan lebih tua
  2. JENIS KELAMIN :
          Laki-laki dan perempuan
  3. HUBUNGAN : 
          Akrab, tidak akrab, baru kenal.

TUJUAN MENGIRIM SURAT :

  1. Mengundang
  2. Mengajukan permohonan (berupa barang / informasi) atau meminta informasi
  3. Menjawab undangan : menerima dan menolak
  4. Merencanakan sesuatu dengan orang lain
  5. Memohon maaf
  6. Mengucapkan selamat atas hal baik yang terjadi pada seseorang
  7. Menulis surat simpati atas musibah yang menimpa seseorang 
  8. Mengucapkan terima kasih
  9. Mengabarkan / memberikan informasi

MENGUNDANG :

            Contoh surat mengundang adalah mengundang seorang teman agar tingggal sementara dengannya.

Dengan ciri yaitu menggunakan ungkapan mengundang, contohnya :

  •  Bagaimana kalau kamu tinggal.
  •  Kami sangat berharap kamu bisa datang
  •  Jika ada kesempatan, singgahlah…
  •  Kami sekeluarga mengundang bapak / ibu untuk datang … 
  •  Kami sangat mengharapkan kedatangan bapak / ibu  … 
  •  Besar harapan kami bapak / ibu dapat datang ke …

SURAT DINAS

DEFINISI SURAT DINAS :

Surat dinas adalah surat yang ditulis dalam situasi formal dan untuk kepentingan formal.

ISI SURAT DINAS :

  • Keperluan kedinasan yang bersifat resmi
  • Berkaitan dengan topik kedinasan 
  • Undangan rapat 
  • Permohonan maaf suatu instansi kepada orang / instansi /perusahaan 
  • Lamaran pekerjaan
  • Surat permintaan izin tidak masuk 
  • Izin menggunakan tempat

PENULIS / YANG DAPAT MENULIS SURAT DINAS :

  •  Pribadi / atas nama suatu lembaga pemerintahan, perusahaan, organisasiyang ditujukan kepada lembaga 
  • Ditulis oleh instansi kepada instansi lain/ individu.
  • Seseorang atas nama individu tidak boleh menulis surat dinas, karena surat dinas disertai dengan kepala surat /nomor surat

CIRI BAHASA PADA SURAT DINAS :

          a.     Pilihan kata sapaan bersifat formal

          b.     Bahasa ragam baku

STRUKTUR SURAT DINAS :

  1. Kop surat
  2. Nomor surat
  3. Tanggal surat
  4. Lampiran
  5. Perihal
  6. Alamat surat
  7. Salam pembuka
  8. Isi surat
  9. Paragraf penutup 
  10. Nama dan tanda tangan pihak yang memperkuat surat
  11. Nama dan tanda tangan penulis surat

BAGIAN / STRUKTUR SURAT DINAS :

  1. Kepala surat (diisi dengan nama lembaga) 
  2. Nomor, tanggal dan jumlah lapiran berisi inti / tujuan surat
  3. Alamat :  Yth. …… di tempat / di (KOTA)
  4. Salam pembuka : Dengan hormat, 
  5. Paragraf pembuka 
  6. Inti surat
  7. Paragraf penutup 
  8. Salam penutup
  9. Mengetahui orang yang dapat memperkuat surat beserta tanda tangannya
  10. Nama dan tanda tangan pengirim

MEMBANDINGKAN / PERBEDAAN PADA SURAT

MEMBANDINGKAN / PERBEDAAN PADA SURAT

NO Unsur Surat Pribadi Surat Dinas
1 kebahasaan Bahasa yang digunakan tidak baku, tapi tetap sopan Bahasanya mengguakan kata yang baku dengan pola yang jelas
2 Penulis / pengirim surat Ditulis dan dikirim pada orang lain, / antara orang pertama / pengirim dan orang kedua / penerima Ditulis oleh suatu lembaga / instansi yang ditujukan kepada lembaga lain
3 Tujuan mengirim surat Mengirimsurat untuk tujuan masalah pribadi seperti menanyakan kabar Mengirim surat untuk kepentingan formal / resmi
4 Nama dan tanda tangan Nama yang tertera adalh penulis surat beserta tanda tangannya Nama yang tertera adalah penulis surat dan orang yang memperkuat surat
5 Struktur surat Alamat dan tanggal surat, salam pembuka, kalimat pembuka paragraf, isi, penutup surat, dan salam akhir Kop surat, nomor surat, tanggal surat, lampiran, perihal, alamat surat, salam pembuka, isi surat, paragraf penutup, nama dan ttd penulis dan orang yang memperkuat surat
6 Isi surat Masalah pribadi antara orang yang satu dengan yang lainnya. Kepentingan resmi / formal antar instansi

Contoh Surat Pribadi:

Tanjung, 09 September 2014
Untuk orangtuaku tercinta
di Yogyakarta

Assalammualaiku wr.wb
Apa kabar Pak, Bu? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal afiat. Di sini ananda dan keluarga baik dan sehat juga.
Ananda sangat rindu kepada Bapak dan Ibu di Bogor. Kapan Bapak dan Ibu pulang ke Warukin? Tolong kabarkan jika Bapak dan Ibu akan pulang ke Warukin. Ananda dan keluarga di sini akan menunggu kedatangan Bapak dan Ibu.
Sekian dulu surat dari ananda. Ananda tunggu balasan surat dari Bapak dan Ibu.
Wassalamualaikum wr.wb.
Salam Rindu,
Shinta Bachua

Contoh Surat Dinas:

                                  PANITIA KEGIATAN PERKEMAHAMAN SABTU DAN MINGGU
                                                  PRAMUKA SMP MUTIARA HARAPAN 1
                                                                        TUBAN
No : 08/K/UKS 23 November 2018                                              23 November 2018                                            
Lamp : 1 berkas

Hal    : permohonan izin


Yth. Wali Murid Sofia Nazila
Di Tuban


Dengan Hormat,
Dalam rangka upaya untuk lebih mengenal lingkungan pantai dan membantu pelestarian lingkungan, Pramuka SMP Mutiara Harapan 1 akan mengadakan perkemahaman Sabtu dan Minggu pada tanggal 5 s.d. 6 Desember 2015 di kawasan pantai Kelapa, Tuban. Oleh sebab itu, kami memohon kepada Bapak/Ibu untuk mengizinkan putra putrinya mengikuti kegiatan Persami tersebut. Sebagai bahan pertimbangan kami lampirkan jadwal kegiatan.
Terima kasih atas perhatian dan izin Bapak dan Ibu.

Mengetahui,                                                                                                       Hormat kami,   

Kepala Sekolah                                                                                                  Ketua Panitia
   Ttd                                                                                                                     Ttd
 Imam Mustaqim, M.Pd.                                                                                  Rozak Muhammad                                  


U

BAB 6 TEKS CERITA FABEL

Pengertian teks cerita fabel merupakan suatu cerita yang menceritakan dunia binatang yang tingkah lakunya seperti manusia. Fabel juga termasuk cerita fiksi atau hanya khayalan saja. Pada fabel kadang juga memasukkan kedalam ceritanya karakter minoris seorang manusia.

Pengertian Fabel, Ciri, Unsur, Struktur, Kebahasaan, Jenis dan Contohnya

Pengertian teks cerita fabel juga disebut sebagai cerita moral karena didalamnya mengandung pesan yang berhubungan dengan moral.

Ciri Ciri Fabel

Didalam fabel juga memiliki ciri ciri seperti dibawah ini:

  • Tokoh yang berperan adalah binatang
  • Tema dari cerita fabel tersebut biasanya tentang hubungan sosial
  • Perwatakan yang digambarkan pada fabel menyerupai karakter manusisa misalnya baik, buruk, egois, cerdik,atau lainnya.
  • Jadi, tokoh fabel atau (binatang) bisa berpikir, melakukan komunikasi serta bertingkah laku layaknya yang dilakukan oleh manusia.
  • Sudut pandangnya ialah sudut pandang dari orang ketiga.
  • Alur cerita fabel memakai alur maju.
  • Didalam fabel juga ada konflik yang mencakup permasalahan dalam dunia hewan yang mirip dengan dunia manusia.
  • Cerita fabel juga lengkap dengan latar tempat, waktu, sosial maupun latar emosional.
  • Selanjutnya ciri bahasa yang dipakai pada fabel sifatnya naratif atau berurutan. Yang mana bahasanya berupa kalimat langsung yang menggunakan bahasa informal dikehidupa sehari-hari.
  • Didalamnya juga mengandung amanat ataupun pesan untuk pembacanya.

Unsur Unsur Fabel

Selain memiliki cirri khusus, fabel juga memiliki unsur unsur yang harus ada didalamnya. Diantaranya: unsur tema, latar, tokoh, karakter/ perwatakan, amanat untuk pembaca, alur (umumnya alurnya maju), cara penceritaan/ sudut pandang, dan tujuan komunikasi fabel sendiri (menginsoirasi, menghibur, atau mendidik).

Struktur Teks Cerita Fabel

Didalam teks cerita fabel ada beberapa struktur diantaranya:

Orientasi

Struktur orientasi ialah bagian permulaan sebuah cerita fabel yang isinya pengenalan cerita fabel diantaranya pengenalan tokoh, latar tempat & waktu, background/ tema maupun pengenalan lainnya.

Komplikasi

Struktur berikutnya adalah komplikasi yang merupakan klimaks suatu cerita yang berisi tentang puncak masalah yang telah dialami maupun yang dirasakan oleh tokoh disini berupa binatang.

Resolusi

Struktur yang selanjutnya adalah resolusi ialah bagian teks yang isinya pemecahan masalah yang telah dialami atau yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita fabel.

Koda

Struktur terakhir adalah koda yang merupakan bagian terakhir dari teks cerita fabel yang berisi tentang pesan-pesan maupun amanat.

Unsur Kebahasaan

Didalam fabel terdapat unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks cerita fabel. Beberapa unsur kebahasaan teks fabel ialah:

Kata Kerja

Pada teks fabel juga mempunyai 2 kata kerja seperti:
Kata Kerja Transitif yakni kata kerja yang mempunyai objek. Misalnya: Ayah memakan nasi.
Kata Kerja Intransitif ialah kata kerja yang tak mempunyai objek. Contoh: Radit sedang bersiul.

Kata Sandang Sang dan Si

Dalam cerita fabel juga terdapat unsur kebahasaan kata sandang sang dan si.

Contoh: Sang kura kura mau menyeberangi sungai dengan teman temannya, Si kancil cuma bisa pasrah dengan apa yang terjadi.

Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Didalam cerita fabel juga mengandung kata keterangan tempat dan juga waktu.
Contoh: Pada suatu hari, gajah sedang berjalan di tengah hutan.

Penggunaan kata hubung kemudian, lalu, dan akhirnya

Contoh: Akhirnya, kancil meminta maaf dan dirinya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Jenis Jenis Fabel

Menurut asal serta ruang lingkupnya, cerita fabel dapat dibagi menjadi 3 jenis:

  • Fabel local atau kedaerahan. Yakni fabel yang asalnya dari daerah serta penyebarannya juga terbatas hanya di ruang lingkup daerahnya sendiri.
  • Fabel Nusantara, ialah fabel yang asalnya dari daerah serta sudah menyebar sampai ke semua plosok nusantara.
  • Fabel internasional, ialah fabel yang asalnya dari sebuah negara serta sudah menyebar di seluruh dunia.

Menurut penggunaan latar serta perwatakannya, fabel dibagi menjadi 2 jenis:

Fabel alami ialah fabel yang menyandarkan watak atau sifat para tokoh menurut karakter aslinya.
Yang kedua fabel adaptasi yakni fabel yang menyandarkan watak atau sifat para tokoh yang berbeda dengan karakter aslinya.

Menurut kemunculan pesannya, fabel dibagi menjadi 2 jenis:

  • Fabel koda, fabel yang menampilkan pesan secara jelas (eksplisit) di akhir cerita.
  • Yang kedua fabel tanpa koda, merupakan fabel yang tak menampilkan pesan secara jelas pada akhir cerita tapi hanya tersirat didalam cerita saja.

Menurut isi serta kandungan ceritanya, fabel dibagi menjadi 4 jenis:

  • Jenis pertama ialah fabel jenaka ialah fabel yang didalamnya mengandung cerita lucu atau mengundang tawa bagi pembacanya.
  • Yang kedua adalah fabel tragedy. Jenis fabel ini didalamnya mengandung cerita sedih sehingga mengundang keprihatinan bagi para pembacanya.
  • Yang ketiga adalah fabel romantika. Jenis fabel ini mengandung kisah romantis atau kisah percintaan tokoh fabelnya.
  • Terakhir adalah fabel heroic. Jenis fabel ini ialah fabel yang didalamnya mengandung cerita tentang kepahlawanan serta perjuangan dari tokohnya.

Contoh Fabel dan Strukturnya

Judul fabel : Singa dan Beruang

Orientasi

Pada suatu hari, seekor singa mengajak beruang berburu bersama. Beruang pun setuju sebab dia juga sangat lapar. Mereka pun segera menuju ke tengah hutan di padang rumput yang luas karena di sana terdapat banyak sekali mangsa.

Setibanya di padang rumput, beruang dan singa bersembunyi di balik semak-semak. Dan mereka pun mengincar mangsa yang hendak mereka kejar.

Komplikasi

Ketika mereka mengamati mangsa masing masing, singa dan beruang pun keluar dari persembunyiannya secara bersamaan. Keduanya mengejar mangsa masing masing. Tidak disadarinya, ternyata keduanya mengejar mangsa yakni rusa yang ternyata incaran keduanya adalah rusa yang sama.

Sehingga dengan mudah sekali rusa tersebut ditangkap. Akhirnya singa dan beruang pun bertengkar untuk memperebutkan rusa incaran mereka.

“Ini Mangsaku. Aku yang menangkapnya pakai gigitanku yang sangat kuat,” kata seekor singa.
Beruang pun tak mau kalah, “Bukan, ini rusaku. Aku pun menangkapnya.”

Keduanya terus memperebutkan rusa yang sama. Ketika hari sudah mulai sore, beruang dan singa akhirnya berhenti memperebutkan binatang buruan mereka. Keduanya capek dan Cuma bisa duduk tanpa bisa menggerakan tubuh mereka.

Ternyata dari tadi seekor serigala mengamati pertengkaran kedua binatang buas itu. Mengetahui saat ini beruang dan singa telah lelah.

“Ah, inilah kesempatanku untuk merebut buruan tersebut,” pikir serigala itu.
Serigala pun langsung berlari serta merebut rusa itu. “Terima kasih ya “ kata srigala. Kalian baik sekali telah memberiku rusa yang nikmat ini,” ucap serigala sambil tertawa.

Resolusi

Menggunakan sisa tenaga mereka, beruang dan singa pun berusaha merebut lagi mangsa mereka. Tapi, mereka sudah sangat lelah, hingga rusa itu dibawa serigala kabur.

Koda

“Semuanya salah kita. Jika saja kita tadi mau berbagi, tentu kita sama-sama kenyang saat ini,” ucap mereka dengan wajah menyesal.
Itulah penjelasan tentang pengertian teks cerita Fabel serta penjelasan lengkapnya. Semoga bermanfaat.

BAB 5 Mewarisi Nilai luhur dan Mengkreasi Puisi Rakyat

 Puisi Rakyat

LESTARIKAN BUDAYA LELUHUR DENGAN PUISI RAKYAT

                Puisi rakyat adalah warisan bangsa yang berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam, yang memiliki nilai pesan moral, agama, dan budi pekerti.

                Sehingga sudah menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk terus melestarikan dan mempelajarinya. Dengan mengenal dan memahami kandungan suatu puisi rakyat akan membuat kita menjadi generasi penerus dengan nilai dan karakter yang baik, karena banyak pesan moral yang dapat diambil dari tiap puisi rakyat.

                Disini akan dibahas 3 jenis puisi rakyat, yaitu Gurindam, Syair, dan Pantun. Mulai dari definisi, asal, istilah yang diambil beserta artinya, dan ciri-cirinya, serta unsur kebahasaaannya.

      A.      GURINDAM :

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri india. Istilah Gurindam sendiri diambil dari bahasa India, yaitu Kirindam artinya mula-mula / perumpamaan. Gurindam digunakan sebagai syarat nilai agama dan moral, sehingga dulu sangat penting dan dijadikan sebagai warisan budaya kehidupan. Tetapi setelah berkembang mulai di gantikan dengan jenis gurindam (puisi lama melayu) yang penting sebagai warisan budaya.

Ciri-ciri gurindam :

     1.       Terdiri dari 2 baris dalam 1 bait.

     2.       Tiap baris memiliki  10-14 suku kata.

     3.       Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak (A-A, B-B, C-C, D-D).

     4.       Merupakan 1 kesatuan yang utuh.

     5.       Baris 1 berisi soal, masalah atau perjanjian.

     6.       Baris 2 berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama.

     7.       Isi gurindam berupa nasihat, filosofi hidup atau kata mutiara.

       B.      PANTUN :

Pantun adalah puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah pantun dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Contohnya Tonton dalam bahasa Togalog, Tuntun dalam bahasa Jawa, dan Pantun dalam bahasa Toba.

Ciri-ciri gurindam :

     1.       Tiap bait terdiridari 4 baris atau 4 larik.

     2.       Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.

     3.       Rima akhir tiap baris adalah a-b-a-b.

     4.       Baris 1 dan 2 adalah sampiran.

     5.       Baris 3 dan 4 adalah isi.

       C.      SYAIR

Syair berasal dari persia yang dibawa bersamaan dengan masuknya islam. Syair berasal dari bahasa arab yaitu syi’ir atau syu’ur yang artinya perasaan yang menyadari, kemudian berkembang menjadi syi’ru yang artinya puisi dalam pengetahuan umum. Tapi setelah mengalami perubahan syair menjadi puisi lama khas Melayu, dan tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair Arab.

Ciri Syair :

    1.       Tiap bait terdiri dari 4 baris.

    2.       Tiap bait terdiri dari 8-14 suku kata.

    3.       Bersajak a-a-a-a.

    4.       Semua baris adalah isi.

    5.       Bahasanya berupa kiasan.

Unsur Kebahasaan Puisi Rakyat

1.       Menggunakan Kalimat Perintah :

Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi atau bermaksud memberikan perintah atau suruhan.

2.       Menggunakan Kalimat Saran :

Kalimat saran adalah kalimat yang bersi tentang saran pada orang lain untuk kebaikan orang lain. Konjungsi yang digunakan adalah sebaiknya, seharusnya, demi keputusan yang tepat… .

3.       Menggunakan Kalimat Ajakan :

Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisi ajakan pada orang lain untuk melakuakan suatu perbuatan. Konjungsi yang digunakan adalah ayo dan mari.

4.       Menggunakan Kalimat Seru :

Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan rasa hati, seperti kagum, heran, senang, dan sedih. Konjungsi yang digunakan adalah alangkah, betapa, dan bukan main.

5.       Menggunakan Kalimat Larangan :

Kalimat larangan adalah kalimat yang berisi larangan agar orang lain tidak melakukan suatu kegiatan atau tindakan. Konjungsi yang digunakan adalah jangan dan hindari.

6.       Menggunakan Kata Penghubung :

Kata penghubung di bagi menjadi 4 macam.

      a.       Kata penghubung tujuan.

      b.      Kata penghubung sebab atau kausal.

      c.       Kata penghubung akibat.

      d.      Kata penghubung syarat.

7.       Menggunakan kalimat Tunggal :

Kalimat tunggal adalah kalimat yang memiliki 1 subjek atau predikat.

8.       Menggunakan kalimat Majemuk :

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki lebih dari 1 subjek atau predikat. Terjadi dari penggabungan 2 kalimat dasar atau lebih. Dan dibagi menjadi 7 macam :

    1.)    Kalimat majemuk bertingkat → adalah kalimat yang terjadi dari kalimat tunggal yang kedudukannya tidak setara.

    2.)    Kalimat majemuk hubungan syarat → konjungsi yang digunakan adalah “ jika, seandainya, asalkan, apabila, andaikan ”.

    3.)    Kalimat majemuk hubungan tujuan → konjungsi yang digunakan adalah “ agar, supaya, biar ”.

    4.)    Kalimat majemuk konsensip → konjungsi yang digunakan adalah “ walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun ”.

    5.)    Kalimat majemuk hubungan penyebaban → konjungsi yang digunakan adalah “ sebab, karena, oleh karena itu…”.

    6.)    Kalimat majemuk hubungan perbandingan → konjungsi yang digunakan adalah “ sehingga, sampai-sampai, maka ”.

    7.)    Kalimat majemuk hubungan cara


Persamaan Pantun,Gurindam, Puisi Rakyat

– merupakan puisi rakyat

• terikat aturan penulisan

• memiliki rima/persamaan bunyi

 • memiliki irama

• memiliki/mengandung pesan/makna

• terdiri dari bait-bait

• menggunakan bahasa kiasan

Jenis Pantun Berdasarkan Tema atau Isi :

1. perkenalan

 2. berkasih-kasihan

 3. perceraian/ perpisahan

 4. berdukacita

5. bersukacita

6. nasihat

7. adat

 8. agama

9. jenaka

10. teka-teki

Jenis Pantun Berdasarkan Struktur

 1. Pantun kilat/karmina

2. Pantun biasa

3. Pantun talibun

4. Pantun berkait/seloka

Contoh Pantun:

  • Asam pauh dari seberang (a)
  • Dimuat orang dalam pedati (b)
  • Badan jauh dirantau orang (a)
  • Kalau sakit siapa mengobati (b)

Contoh Syair:

  • Diriku lemah anggotaku layu
  • Rasakan cinta bertalu-talu
  • Kalau begini datangnya selalu
  • Tentulah kakanda berpulang dahulu
  • Kakanda rindu di kalbu
  • Mohon adik jangan lupakan daku
  • Apa pun yang adik mau
  • Tentulah kanda memenuhi selalu

Contoh Gurindam:

  • Jadilah orang iman dan bertakwa
  • agar hidup selamat dan bahagia
  •  Jika senantiasa menghargai sesama
  • tentulah sahabat banyak di mana-mana