BAB II TEKS CERITA FANTASI

 

Pengertian cerita fantasi:Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas.

Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi:

  1. Fantasi aktif yaitu fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kamauan. Contoh : seorang perancang, pelukis, dan penulis.
  2. .Fantasi pasif yaitu fantasi yang tidak dikendalikan. Contoh : melamun.

      Unsur karya satra :

  1.Isntrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam .

     2.Ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra

     Macam macam unsur intrinsik :

1.    Tema dan amanat

      Tema adalah inti cerita.

      Amanat adalah pesan yang diambil dari suatu cerita.

2.    Penokohan dan perwatakan.

       Protagonis adalah tokoh utama/baik.

       Antagonis adalah tokoh jahat.

       Tritagonis adalah tokoh penengah antara protaginis dan antagonis.

       Figuran/sampingan adalah tikoh pengganti.

3.    Latar/setting dan macamnya :

      Latar tempat.

    Latar waktu.

       Latar suasana.

4.    Alur/plot adalah urutan waktu.

–       Alur maju.

–       Alur mundur.

–       Flash back adalah sorot baik atau campuran.

5.    Gaya bahasa.

6.    Point of view/sudut pandang pengarang.

–            Macam macam unsur ekstrinsik:

–       Idialisme pengarang

–       Politik ekonomi.

–       Social budaya.

–       Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata ada dua kategori 1.fantasi total fantasi sebagian (irisan).

–    2. fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada ceritasemua tidak terjai dalam dunia nyata.

–       Cerita fantasi  irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama nama dalam kehidupan nyata.

      Struktur teks ceita fantasi:

–  1.Orientasi, ciri isi : pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik.

–  2.Komplikasi, ciri isi : hubungan sebab akibat sehingga masalah itu memuncak.

–   3.Resolusi, ciri isi : berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.

KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA

oleh Ugi Agustono

Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang.. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.

Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.

Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susulmenyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga.

“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.

Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala

langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.

“Hai ….! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah.

Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.

“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.

Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan.

Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar.Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu.

Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.

Ugi Agustono The Little Dragon

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s