BAB 4 TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Pengertian teks laporas hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

–       Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/konsep.

–       Objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum.

–       Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.

–       Objek atau hal dibahas secara sistematis dari sudut ilmu.

–       Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberiakn informasi tentang sutu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi/penelitian secara sistematis.

–       Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis .

–       Teks laporan hasil observari biasanya dengan fakta fakta yang bias dibuktikan secara ilmiah.

–       Struktur teks laporan hasil observasi :

      1. pernyataan umum (klasifikasi dan definisi), deskripsi bagian, simpulan.

     2.Pernyataan umum berisi definisi, kelas/kelompok, keterangan umum, atau informasi tambahan tentang subjek yang dilaporkan.

–    3.  Deskripsi bagian berisi perincian bagian bagian hal yang dilaporkan.

–   4.Simpulan berisi ringkasan umum hal yang dilaporkan (boleh ada dan tidak ada).

Ciri-Ciri Bahasa teks laporan hasil observasi

Ciri-ciri dari teks hasil observasi adalah sebagai berikut:

  1. Mengandung fakta.
  2. Bersifat objektif.
  3. Ditulis sempurna dan lengkap.
  4. Tidak memasukkan unsur-unsur yang menyimpang, mengandung prasangka atau pemihakan
  5. mengandung prasangka, atau pemihakan.
  6. Disajikan secara menarik, tatas bahasa jelas, isinya
  7. berbobot, dan susunan logis.
  8. Teks laporan sering dimulai dg kalimat definisi tentang penggolongan atau klasifikasi. seperti contoh: (a) Mamalia adalah binatang yang menyusui. atau (b) “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.
  9. Dalam laporan observasi sering digunakan kelompok nomina (kata benda) dengan penjenis dan kelompok nomina dengan pendeskripsi. 
  10. Kelompok nomina dg penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan. 
  11. Kelompok nomina dg pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangat atau terlalu dan kata pewatas seperti yang.
  12. disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.

Langkah-langkah penyusunan teks laporan hasil observasi

Untuk membuat teks laporan hasil observasi agar lebih mudah, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan observasi objek penelitian yang akan dijadikan judul laporan
  2. Menentukan judul laporan yang baik dan benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan
  3. Menusun kalimat pembuka
  4. Menusun isi laporan yang berisi gagasan atau ide pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan.
  5. Menulis kalimat penutup.

Untuk menyusun teks laporan hasil observasi setiadaknya anda harus melihatkan  5W + 1 H dengan uraian sebagai berikut:

  1. What (apa)
  2. Who (siapa)
  3. When (kapan)
  4. Where (dimana)
  5. Why (mengapa)
  6. How (Bagaimana)

–       Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan Sekolah

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan Sekolah | Sumber : 500px.com

Berikut ini adalah contoh teks laporan hasil observasi lingkungan sekolah.

SMP Sukamulya Bandung yang berlokasi di Jalan Macan No. 23 Bandung ini adalah salah satu sekolah yang memiliki kondisi lingkungan sehat dan bersih karena sekolah ini memiliki 2 jenis lingkungan yaitu lingkungan hidup atau benda hidup yang disebut juga biotik dan lingkungan mati atau benda mati yang sering disebut dengan abiotik.

Lingkungan hidup di sekolah tersebut meliputi tanaman-tanaman hias dan pohon-pohon besar yang terawat dengan baik. Pohon-pohon besar tersebut berhasil menaungi lingkungan sekolah sehingga sekolah menjadi teduh dan sejuk, sedangkan untuk lingkungan mati atau benda mati terdiri dari gedung sekolah, peralatan sekolah, dan properti sekolah.

Lingkungan hidup disini dimulai dari halaman depan sekolah. Disana terdapat beberapa tanaman-tanaman hias yang indah dipandang. Kemudian ada juga taman yang dihias dengan beragam tanaman dan rerumputan. Tanaman-tanaman hias itu ada di berbagai tempat tersebar di lingkungan sekolah misalnya di depan ruang guru, di depan kelas, dan di ruang kepala sekolah.

Jenis-jenis tanaman hias yang terdapat di SMP Sukamulya ini beragam, diantaranya yaitu bunga bougenville, bunga mawar, bunga lili, bunga asoka, bunga anggrek, bunga kembang sepatu, bunga alamanda, bunga kemuning dan bunga amarilis. Semua bunga tersebut dirawat dengan baik sehingga tertata dengan cantik di halaman sekolah dan tempat lainnya di dalam sekolah.

Untuk beberapa jenis pohon besar yang ada di SMP Sukamulya tersebut diantaranya yaitu pohon bambu jepang yang berukuran kecil, pohon mangga, pohon beringin, beringin karet, pohon bambu kuning, pohon jeruk, pohon cemara, dan masih banyak lagi. Uniknya lagi, di halaman belakang pekarangan kelas terdapat bebarapa tanaman yaitu jagung dan singkong.

Hasil dari kebun tersebut biasanya digunakan untuk keperluan penelitian biologi dan dikonsumsi bersama oleh para siswa dan guru. Untuk lingkungan benda matinya terdapat gedung sekolah yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas siswa, ruang tata usaha, perpustakaan, UKS, aula, koperasi, kantin, kamar mandi dan gudang.

Sedangkan untuk peralatan yang terdapat di sekolah tersebut antaralain meja kursi para siswa, lemari buku, papan tulis, layar LCD proyektor, globe, alat-alat peraga untuk keperluan pelajaran biologi, dan lain-lain. Ada juga peralatan olah seperti bola sepak, bola basket beserta ringnya, bola voli, bola tenis, jaring bulu tangkis, jaring voli, dan masih banyak lagi.

Di bagian lapangan terdapat lapangan olahraga yang dapat digunakan untuk bermain voli, basket, sepak bola, lapangan upacara dan lapangan khusus untuk tempat parkir kendaraan para siswa dan guru. Demikianlah hasil observasi lingkungan di SMP Sukamulya Bandung yang terdiri dari lingkungan benda hidup dan lingkungan benda mati.l

latihan : di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s